Hati-Hati, 9 Makanan Ini Bisa Menyebabkan Perut Kembung
Hampir setiap orang pernah mengalami perut kembung, mulai dari anak kecil hingga lansia. Masalah pencernaan ini biasanya memicu mual dan muntah. Nah, Ada banyak hal yang bisa menyebabkan perut kembung dan salah satunya adalah makanan. Apa saja makanan yang bisa menjadi penyebab kembung?
Makanan penyebab perut kembung
Konsumsi makanan tertentu dapat menyebabkan perut kembung.
Selain itu, terlalu banyak makan atau makan terlalu cepat dapat menghasilkan gas yang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.
Untuk itu, Anda perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Kenali beberapa jenis makanan penyebab kembung berikut ini.
1. Kacang-kacangan
Meski bermanfaat mencegah berbagai penyakit, kacang-kacangan termasuk makanan penyebab kembung.
Begini, kandungan serat dalam kacang dapat menghasilkan gas yang nantinya bisa memicu perut kembung.
Selain itu, kebanyakan kacang mengandung gula yang disebut alpha-galactosidase, yang termasuk dalam kelompok karbohidrat FODMAP.
FODMAP (oligo-, di-, monosakarida dan poliol yang difermentasi) sendiri merupakan karbohidrat rantai pendek yang tidak dapat dicerna.
Di dalam tubuh, karbohidrat ini nantinya hanya bisa difermentasi oleh bakteri usus besar. Bagi orang sehat, FODMAP menyediakan bahan bakar untuk bakteri pencernaan.
Namun, karbohidrat ini dapat memicu masalah pencernaan seperti kembung pada penderita iritasi usus besar.
2. Sayuran tertentu
Jenis sayuran yang bisa menjadi penyebab perut kembung adalah sayuran krulcifer.
Sayuran krulcifer seperti brokoli, kembang kol, dan kubis memang sehat dan mengandung nutrisi penting, seperti serat dan vitamin C.
Namun, sayuran-sayuran ini juga mengandung FODMAP yang bisa menyebabkan perut kembung pada beberapa orang.
Senyawa pada FODMAP yang kecil memberikan efek osmotik yang menyebabkan lebih banyak cairan ditarik ke dalam usus.
Hal ini bisa meningkatkan jumlah cairan dan gas pada usus besar. Akibatnya, beberapa orang mengalami sensasi kembung dan sakit perut.
3. Susu dan produk olahan susu
Makanan penyebab perut kembung yang mungkin sering Anda konsumsi adalah susu dan produk olahan susu.
Kondisi yang disebut intoleransi laktosa yang terjadi karena tubuh tidak dapat mencerna laktosa, yaitu kandungan gula pada produk olahan susu.
Hal ini dapat disebabkan oleh kekurangan enzim alami yang disebut laktase yang memecah laktosa (gula susu agar) agar lebih mudah diserap tubuh.
Bila tidak tercerna dengan baik, laktosa dapat memproduksi gas yang bisa mengakibatkan perut kembung dan diare.
4. Apel
Siapa sangka bila apel termasuk salah satu makanan yang dapat menyebabkan kembung?
Walaupun kaya akan vitamin C dan antioksidan, apel ternyata menghasilkan fruktosa dan sorbitol.
Kedua zat gula ini dikenal dapat menghasilkan gas berlebih karena termasuk dalam FODMAP.
Buah lain selain apel yaitu pir dan buah persik juga mengandung zat yang bisa memicu perut kembung ini.
Namun, apel tetap baik untuk dikonsumsi karena dapat menghindari penyakit jantung.
Alkohol merupakan salah satu senyawa peradangan yang cenderung menyebabkan pembengkakan pada tubuh, termasuk di perut.
Efek peradangan ini bisa semakin parah ketika alkohol kerap dicampur dengan minuman berkarbonasi.
Tak heran bila perut sering kembung usai meminum minuman keras.
Bahkan, pembengkakan tak hanya terjadi di perut, tapi juga di wajah yang disertai kemerahan karena minuman keras menyebabkan dehidrasi.
Saat tubuh mengalami dehidrasi, kulit dan organ vital berusaha menahan air sebanyak mungkin sehingga wajah membengkak.
8. Gandum
Beberapa tahun belakangan, gandum menjadi makanan yang cukup sering diperdebatkan karena diklaim menjadi penyebab perut kembung.
Hal ini dikarenakan gandum mengandung protein yang disebut gluten. Bagi pasien penyakit celiac yang sensitif terhadap gluten, gandum bisa memicu masalah pencernaan.
Masalah tersebut termasuk perut kembung, gas, diare, dan sakit perut. Tak hanya itu, gandum merupakan sumber FODMAP yang bisa memproduksi gas berlebih.
Meski begitu, gandum masih tetap sering dipakai dalam berbagai jenis makanan, seperti pasta, roti, hingga kue.
9. Makanan berlemak
Di antara zat gizi makro lainnya, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein, lemak merupakan nutrisi yang paling lambat dicerna.
Maka dari itu, makanan berminyak yang mengandung banyak lemak lebih lama berada di perut sehingga memperlambat pengosongan perut.
Alhasil, makanan berlemak seperti pizza atau junk food dapat menjadi penyebab perut kembung, mual, dan gejala masalah pencernaan lainnya.
Bila Anda menderita sindrom iritasi usus besar (IBS) atau pankreatitis kronis, makanan berlemak dapat memicu sakit perut dan diare.