Methylphenidate adalah obat stimulan sistem saraf pusat. Obat ini memengaruhi zat kimia dalam otak dan saraf yang menyebabkan impuls hiperaktif dan impuls kontrol. Biasanya dokter meresepkan obat ini untuk terapi attention deficit disorder (ADD), attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) pada anak maupun orang dewasa. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan tidur narkolepsi.

Berhubung termasuk obat keras, penggunaan obat ini harus di bawah pengawasan ketat oleh dokter. Jika digunakan secara asal atau tidak sesuai anjuran dokter, obat ini berpotensi tinggi menyebabkan efek samping berbahaya, seperti kecanduan.
Dokter mungkin juga dapat menggunakan Methylphenidate untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan ini. Silakan tanyakan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.
Supaya mendapatkan manfaat yang maksimal, gunakan obat ini sesuai perintah dokter atau aturan pakai yang tertera pada bungkus kemasan obat. Jangan gunakan obat ini terlalu banyak, sedikit, dan lebih lama dari yang disarankan. Untuk membantu Anda mengingat, minum obat ini di waktu yang sama setiap harinya.
Methylphenidate adalah obat yang tersedia dalam bentuk tablet dan kapsul. Obat dalam bentuk tablet mesti diminum sesudah makan. Sementara dalam bentuk kapsul Extended-release (kerja lambat), obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Tanyakan pada dokter jenis obat yang akan Anda minum dan kapan waktu terbaik untuk mengonsumsinya.
Minumlah obat secara utuh. Anda tidak disarankan untuk menghancurkan, mengunyah, atau menggerus obat karena hal tersebut justru dapat memicu efek samping berbahaya.
Pastikan Anda mengonsumsi obat dengan dosis yang sesuai diresepkan dokter. Penggunaan obat yang tidak sesuai dosis dapat menurunkan efektivitas obat sekaligus meningkatkan potensi overdosis. Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum obat ini begitu Anda mengingatnya. Jika Anda baru ingat menjelang waktu dosis berikutnya, jangan minum dengan dosis dobel. Sebaliknya, lanjutkan jadwal pemberian dosis seperti biasa.
Secara umum, pemberian dosis disesuaikan dengan kondisi medis serta respon pasien terhadap pengobatan. Itu sebabnya, dosis obat untuk setiap orang dapat berbeda-beda.
Jangan berhenti minum obat meski kondisi Anda dirasa sudah membaik. Berhenti minum obat secara tiba-tiba dapat memicu gejala putus obat, yang ditandai dengan depresi, perubahan suasana hati secara drastis, hingga pikiran untuk bunuh diri.
Jangan ragu untuk segera periksa ke dokter bila kondisi Anda tidak membaik atau semakin memburuk. Intinya, segeralah berobat ke dokter setiap kali Anda merasakan gejala yang tidak biasa.
Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan. Jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.
Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.
Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.
Dosis obat yang direkomendasikan adalah 18 mg atau 36 mg sehari sekali.
Dosis obat untuk setiap orang dapat berbeda. Hal ini karena pemberian dosis disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan respon pasien terhadap pengobatan. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.
Selain itu, penting juga untuk dipahami bahwa obat ini berpotensi tinggi menyebabkan kecanduan. Terutama pada orang-orang yang sebelumnya sudah kencanduaan obat-obatan terlarang atau alkohol. Supaya terhindar dari risiko tersebut, gunakan dosis obat persis seperti yang diresepkan dokter.
Segera beri tahu dokter atau apoteker bila kondisi Anda tidak membaik atau semakin memburuk. Dokter mungkin akan memberikan obat lain yang lebih cocok dan aman untuk kondisi Anda.
Pemberian dosis untuk anak-anak berdasarkan usia dan berat badan mereka. Dokter juga mempertimbangkan kondisi kesehatan serta respon anak terhadap obat.
Maka itu, dosis obat untuk setiap anak bisa berbeda-beda. Untuk mengetahui dosis pastinya, silakan berkonsultasi langsung ke dokter.
Obat ini tersedia dalam berbagai macam bentuk. Mulai dari tablet, kapsul, cairan oral, dan lain sebagainya.
Sama seperti obat pada umumnya, obat ini juga berpotensi menimbulkan efek samping dari yang ringan hingga berat. Sejumlah efek samping paling umum dan kerap dikeluhkan selama menggunakan Methylphenidate adalah:
Dalam kasus tertentu, obat ini juga dapat menyebabkan efek samping serius yang berakibat fatal. Ketika hal tersebut terjadi, biasanya penderita akan mengalami sejumlah gejala seperti:
Obat ini juga dapat memengaruhi pertumbuhan anak. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengajak anak periksa ke dokter bila pertumbuhan anak Anda lebih lambat dari anak-anak seusianya ketika mengonsumsi obat ini.
Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.
Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dan lakukan sebelum menggunakan obat methylphenidate, yaitu:
Selama menggunkan obat ini, Anda mungkin akan mengalami gangguan sirkulasi darah yang bisa menyebabkan kesemutan, nyeri, atau perubahan warna pada jari tangan dan kaki. Bila gejala tersebut terjadi terus-terusan dan semakin memburuk, segera periksakan diri ke dokter. Intinya, berobatlah ke dokter ketika Anda mengalami gejala yang tidak biasa atau melemahkan.
Methylphenidate adalah salah obat yang bisa menyebabkan kecanduan. Oleh karena itu, gunakan obat ini secara teratur dengan dosis yang tepat sesuai dengan yang dianjurkan dokter. Jangan coba-coba untuk mengurangi dan menambahkan dosis sendiri tanpa seizin dokter.
Selain itu, penting untuk dipahami bahwa obat ini tidak boleh digunakan pada anak-anak yang usianya di bawah 6 tahun. Sebagai orangtua, berhati-hatilah ketika memberikan obat-obatan pada anak. Selalu berkonsultasi ke dokter sebelum Anda memberikan obat jenis apa pun ke anak.
Yang terakhir, selain rutin minum obat ini, orang dengan ADHD juga perlu melakukan konseling dan terapi khusus lainnya, Pastikan untuk mengikuti semua saran dokter maupun terapis.
Dokter dapat mengubah dosis obat beberapa kali dan tetaplah minum obat sesuai dengan yang mereka anjurkan.
Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.
Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.
Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :
Obat ini dapat masuk ke ASI dan membahayakan bayi. Itu sebabnya, Anda tak boleh menyusui saat sedang menjalani pengobatan dengan obat ini.
Pada prinsipnya, selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan. Hal ini dilakukan guna mencegah berbagai efek samping yang berbahaya yang bisa berakibat fatal.
Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini.
Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter
Sejumlah obat-obatan yang berpotensi menyebabkan interaksi negatif dengan Methylphenidate adalah:
Mungkin ada obat lain yang belum disebutkan di atas. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.
Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.
Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, seperti:
Mungkin masih banyak kondisi medis lainnya yang belum disebutkan di atas. Maka dari itu, penting untuk memberi tahu dokter dan apoteker perihal semua riwayat kesehatan yang Anda miliki. Termasuk riwayat penyakit yang dimiliki orangtua atau keluarga terdekat. Informasi sederhana ini dapat memudahkan dokter untuk mengubah dosis atau malah mengganti obat lain yang lebih aman dan cocok dengan kondisi Anda.
Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat medis (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.
Ketika seseorang mengalami overdosis, biasanya mereka akan mengalami gejala khas seperti:
Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis dobel.
Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.